Fadjrin Satriyani Komariyah, . (2026) JARINGAN KOMUNIKASI NEGATIF NETIZEN DI MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA AKUN @drrezagladys DALAM KASUS DUGAAN KOSMETIK ILEGAL. Tesis thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
AWAL..pdf Download (739kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Repository UPNVJ Only Download (612kB) |
|
|
Text
BAB 2..pdf Restricted to Repository UPNVJ Only Download (442kB) |
|
|
Text
BAB 3..pdf Restricted to Repository UPNVJ Only Download (321kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository UPNVJ Only Download (661kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (188kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (286kB) |
|
|
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf Restricted to Repository staff only Download (192kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository UPNVJ Only Download (2MB) |
|
|
Text
HASIL PLAGIARISME.pdf Restricted to Repository staff only Download (14MB) |
|
|
Text
ARTIKEL.pdf Restricted to Repository staff only Download (798kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis jaringan komunikasi negatif netizen pada media sosial TikTok terkait kasus dugaan kosmetik ilegal yang melibatkan akun @drrezagladys. Berangkat dari fenomena viral yang memicu gelombang komentar bernada kecaman terhadap figur dokter sebagai tenaga kesehatan, penelitian ini bertujuan: (1) mengkaji frekuensi keterhubungan jaringan komunikasi pada konten TikTok tentang dr. Reza Gladys, (2) mengidentifikasi bentuk pelanggaran harapan (expectancy violation) dalam komunikasi negatif netizen, dan (3) mengukur besaran sentimen negatif dan positif yang muncul dalam percakapan digital tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah Social Media Network Analysis (SMNA) dengan tahapan identifikasi percakapan, ekstraksi data (crawling) komentar dan balasan pada 20 tautan video relevan, serta analisis struktur jaringan dan sentimen berbasis kamus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan komunikasi memiliki density mendekati nol dan average degree sekitar 0,218, sehingga mayoritas akun berperan sebagai komentator tunggal tanpa percakapan dua arah, namun average weighted degree yang tinggi dan nilai modularitas 0,671 mengindikasikan keberadaan hub yang menyerap dan memancarkan volume komentar negatif besar dalam klaster-klaster yang kohesif. Dari perspektif Expectancy violation Theory, dugaan keterlibatan kosmetik ilegal dan klarifikasi yang dipersepsikan defensif memicu negative violation valence, mendorong pergeseran dari kritik substantif menuju serangan terhadap integritas personal dan profesional. Analisis word cloud dan frekuensi kata memperlihatkan dominasi sentimen negatif yang sangat kuat, tercermin dari tingginya kemunculan leksikon seperti “iri”, “doktif”, “hina”, “dengki”, dan “sakit” dibandingkan ekspresi dukungan atau netralitas. Temuan ini mengonfirmasi bahwa jaringan komunikasi yang terbentuk bersifat terfragmentasi, terpusat pada segelintir aktor kunci, serta menjadi wahana reproduksi krisis reputasi digital yang menghukum. Kata Kunci : analisis jaringan, sosial media, sentimen negatif
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Additional Information: | [No Panggil : 2410421003] [Pembimbing 1 :Radita Gora Tayibnapis] [Pembimbing 2:Kusumajanti] [Penguji 1: Rini Riyanti] [Penguji 2: Yani Hendrayani] |
| Uncontrolled Keywords: | analisis jaringan, sosial media, sentimen negatif |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi (S2) |
| Depositing User: | FADJRIN SATRIYANI KOMARIYAH |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 01:21 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 06:02 |
| URI: | http://repository.upnvj.ac.id/id/eprint/53042 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
