PERBEDAAN PENGARUH STRES PSIKIS, FISIK, DAN METABOLIK TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA MENCIT JANTAN (Mus Musculus)

Yosephine Dumaria Budianti, - (2019) PERBEDAAN PENGARUH STRES PSIKIS, FISIK, DAN METABOLIK TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA MENCIT JANTAN (Mus Musculus). Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

[img] Text
AWAL.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (86kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (871kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (1MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (916kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (896kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (851kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (882kB)
[img] Text
RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (64kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (313kB)

Abstract

Infertilitas memiliki pengaruh yang signifikan pada kesehatan manusia. Infertilitas yang dialami oleh pria bisa disebabkan dari faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi infertilitas adalah stres yang berupa stres psikis, fisik, dan metabolik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh stres dengan motilitas spermatozoa. Penelitian berupa true experiment. 24 ekor mencit (Mus musculus) digunakan sebagai sampel dan dibagi menjadi 4 kelompok. Mencit diberikan stressor psikis, fisik, dan metabolik selama 35 hari. Kelompok (K1) kontrol negatif, (K2) kelompok stres psikis dengan diberikan stressor Tail Suspension Test, (K3) kelompok stres fisik dengan diberikan stressor Treadmill, dan (K4) kelompok stres metabolik dengan diberikan pakan tinggi lemak. Analisis data hasil motilitas spermatozoa antara tiap kelompok diuji dengan One Way ANOVA (p=0.000) dan Post-Hoc LSD. Kelompok (K1) memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kelompok (K2) (p=0.001) dan kelompok (K3) (p=0.000), dengan demikian, kelompok stres fisik (K3) memiliki jumlah motilitas lebih rendah dari kelompok stres psikis (K2) dan kelompok kontrol (K1). Stres psikis mempengaruhi HPA-axis, stres fisik menyebabkan peningkatan hormon kortikosteron, dan stres metabolik menghasilkan ROS yang merusak DNA sperma.

Item Type: Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Skripsi)
Additional Information: [No. Panggil: 1410211107] [Ketua Penguji: Cut Fauziah] [Pembimbing I: Nasihin Saud Irsyad] [Pembimbing II: Muttia Amalia]
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran (S1)
Depositing User: M. Suyudi Alrajak
Date Deposited: 29 Nov 2019 11:02
Last Modified: 29 Nov 2019 11:02
URI: http://repository.upnvj.ac.id/id/eprint/5285

Actions (login required)

View Item View Item