UJI DIAGNOSTIK RADIOLOGIS PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS DI RSPAD GATOT SOEBROTO TAHUN 2014-2015

Agnes Listyanakristi Prabawati, - (2016) UJI DIAGNOSTIK RADIOLOGIS PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS DI RSPAD GATOT SOEBROTO TAHUN 2014-2015. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

[img] Text
AWAL.pdf

Download (2MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (129kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (950kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (1MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (990kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (857kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (825kB)
[img] Text
RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (172kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (825kB)

Abstract

Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) disertai kolesteatoma disebut OMSK tipe berbahaya karena dapat mendestruksi tulang. Dengan demikian, perlu adanya penegakkan diagnosis tipe OMSK dengan menggunakan alat penunjang radiologis. CT Scan merupakan gold standard dalam penegakkan kasus OMSK tipe berbahaya, namun foto polos mastoid posisi Schuller masih sering digunakan untuk daerah yang tidak memiliki CT Scan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan validitas kriteria foto polos mastoid posisi Schuller dan CT Scan. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jenis penelitian uji diagnostik. Penelitian dilakukan menggunakan data rekam medis pada 63 pasien OMSK yang terdaftar di Departemen THT RSPAD Gatot Soebroto tahun 2014-2015 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data utama foto polos mastoid posisi Schuller dan CT Scan masing-masing dibuat tabel 2x2 dengan temuan intraoperatif sebagai standar referensi. Dari penelitian tersebut didapatkan validitas kriteria foto polos mastoid posisi Schuller dengan sensitivitas 83,3%, spesifisitas 98,3%, nilai prediksi positif 83,3% dan nilai prediksi negatif 98,3%. Sedangkan CT Scan memiliki sensitivitas 90%, spesifisitas 100%, nilai prediksi positif 100%, nilai prediksi negatif 90,9%. Dari penelitian tersebut, sensitivitas dan spesifisitas CT Scan lebih unggul dibandingkan dengan foto polos mastoid. Namun demikian, foto polos mastoid posisi Schuller memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi sehingga dapat digunakan di daerah yang tidak memiliki layanan CT Scan.

Item Type: Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Skripsi)
Additional Information: [No. Panggil: 1210211053] [Ketua Penguji: Marlina Dewiastuti] [Penguji I: Susilaningrum] [Penguji II: Retno Yulianti]
Uncontrolled Keywords: Uji diagnostik radiologis, Otitis Media Supuratif Kronis, Foto Polos Mastoid, CT Scan, kolesteatoma.
Subjects: R Medicine > RF Otorhinolaryngology
Divisions: Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran (S1)
Depositing User: Luqman Imam
Date Deposited: 27 Nov 2019 06:51
Last Modified: 27 Nov 2019 06:51
URI: http://repository.upnvj.ac.id/id/eprint/3407

Actions (login required)

View Item View Item