INTERVENSI INFRA RED DAN NEUROMUSCULAR TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT WAJAH PADA PENDERITA BELL’S PALSY

Deny Ramadhan, - (2014) INTERVENSI INFRA RED DAN NEUROMUSCULAR TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT WAJAH PADA PENDERITA BELL’S PALSY. Tugas Akhir thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

[img] Text
AWAL.pdf

Download (376kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (22kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (796kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (1MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (903kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (797kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (782kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)
[img] Text
RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (429kB)

Abstract

Bell’s Palsy adalah suatu gangguan / kelumpuhan akut nervus facialis yang penyebabnya tidak diketahui (idiopatik). Umumnya penyakit ini biasanya hanya mengenai satu sisi wajah (unilateral), tetapi dapat pula mengenai kedua sisi wajah yang sehat dengan bilateral (Van Swearingen dan Brach, 1998). Penyakit ini dapat berulang atau kambuh, yang menyebabkan kelemahan atau paralisis ketidaksimetrisan kekuatan / aktivitas otot pada kedua sisi wajah (kanan dan kiri) serta ciri wajah yang khas. Salah satu upaya pengembalian kesimetrisan bentuk wajah yang mengalami kelemahan otot adalah dengan intervensi infra red dan neuromuscular training (NMR). Tujuan dari diberikannya infra red pada penderita Bell’s Palsy diantaranya untuk memperlancar peredaran darah, terjadinya relaksasi otot dan juga akan meningkatkan kemampuan otot untuk berkontraksi. NMR adalah Metode yang digunakan untuk "mengajarkan / latihan" kebiasaan tubuh, agar lebih baik dan untuk meningkatkan kekuatan otot (David C. Saidoff , 1997). Tujuan utama pada terapi latihan Neuromuscuar training pada kasus Bell’s Palsy ini adalah untuk memonitor kekuatan otot – otot wajah serta meningkat kekuatan otot. Dengan meningkatnya kekuatan otot-otot pada wajah pada penderita bell’s palsy maka penyakit tersebut akan hilang secara perlahan seiring meningkatnya kekuatan otot. Pada kasus dari penulisan Tugas Akhir ini, penulis membuat evaluasi dengan skala Ugo Fisch. Skala ugo fisch digunakan untuk mengevaluasi kemajuan motorik penderita bell’s palsy.

Item Type: Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Tugas Akhir)
Additional Information: [No. Panggil: 1110702064] [Penguji 1: Soeparman] [Penguji 2: Heri Wibisono] [Penguji 3: Ansori]
Uncontrolled Keywords: Bell’s Palsy, Infra Red, NMR, Ugo Fisch Scale
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Fisioterapi (DIII)
Depositing User: Eka Dewi
Date Deposited: 02 Dec 2019 08:23
Last Modified: 02 Dec 2019 08:23
URI: http://repository.upnvj.ac.id/id/eprint/5495

Actions (login required)

View Item View Item