PERANAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN TERHADAP ANAK (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Kota Agung No.238/Pid.Sus/2011/PN.KTA)

Juno Jalugama, - (2014) PERANAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN TERHADAP ANAK (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Kota Agung No.238/Pid.Sus/2011/PN.KTA). Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

[img] Text
AWAL.pdf

Download (9MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (908kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (883kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (835kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (786kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (777kB)
[img] Text
RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (237kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (560kB)

Abstract

Ilmu Kedokteran Forensik adalah ilmu kecabangan spesialistik dari ilmu kedokteran, ilmu forensik ini biasa digunakan dalam proses pembuktian suatu perkara pidana terutama di dalam proses penyidikan. Keterangan dari seorang dokter ahli forensik inilah yang biasa digunakan untuk mengetahui kebenaran materiil dari suatu kasus pembunuhan. Adapun perumusan masalah yang akan penulis kaji adalah bagaimana peranan ilmu kedokteran forensik dalam tindak pidana pembunuhan dan bagaimana ilmu kedokteran forensik dalam pembuktian tindak pidana pembunuhan terhadap anak. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Dari penelitian yang telah penulis lakukan, keterangan dari seorang ahli forensik dibutuhkan dalam setiap penyidikan tindak pidana pembunuhan. Adapun peranan dari ilmu kedokteran forensik adalah memberikan petunjuk mengenai adanya unsur penganiayaan yang menyebabkan matinya seseorang, perkiraan waktu terjadinya, dan dapat memberikan hasil pemeriksaan terhadap barang bukti dalam tindak pidana pembunuhan serta berfungsi sebagai bukti awal bagi penyidik untuk melakukan penindakan lainnya dalam mengungkap suatu kasus tindak pidana pembunuhan. Sedangkan, kekuatan dari keterangan seorang dokter ahli forensik sebagai alat bukti dalam kasus pembunuhan sebagai pengganti barang bukti (corpus delicti) yang memiliki kekuatan hukum yang sama dengan barang bukti lainnya. Maka dari itu jika tidak adanya sama sekali alat bukti yang dihadirkan di persidangan dalam kasus tindak pidana pembunuhan maka keterangan dari seorang dokter ahli forensik inilah yang membuat terang suatu perkara pidana sehingga dapat membantu hakim dalam membuat suatu putusan terhadap suatu perkara pidana tertentu

Item Type: Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Skripsi)
Additional Information: [No. Panggil: 1010611045] [Penguji Utama: Djamhari Hamza] [Penguji Lembaga: Dwi Aryanti Ramadhani] [Penguji Skripsi: Koesparmono Irsan]
Uncontrolled Keywords: llmu Kedokteran Forensik, Pembuktian, Pembunuhan.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Hukum (S1)
Depositing User: Zahra Nasution
Date Deposited: 25 Nov 2019 01:38
Last Modified: 25 Nov 2019 01:38
URI: http://repository.upnvj.ac.id/id/eprint/2383

Actions (login required)

View Item View Item