PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PERDAGANGAN SATWA YANG DILINDUNGI UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA (Studi Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No.541/PID.B/2012/PN.SBG)

Muhammad Thoriq Alnuddin, - (2014) PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PERDAGANGAN SATWA YANG DILINDUNGI UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA (Studi Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No.541/PID.B/2012/PN.SBG). Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

[img] Text
AWAL.pdf

Download (670kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (18kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (850kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (852kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (858kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (808kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (791kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (781kB)
[img] Text
RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (502kB)

Abstract

Manusia, hewan, dan tumbuhan dalam mempertahankan hidupnya memerlukan komponen lain yang terdapat di lingkungannya. Tumbuhan dan hewan di perlukan manusia sebagai sumber makanan, tumbuhan juga menjadi makanan hewan, bahkan ada juga hewan yang menjadi makanan hewan lainnya. Oksigen yang kita hirup dari udara dalam pernafasan kita, sebagian besar berasal dari tumbuhan yang melakukan proses fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan, selain memanfaatkan karbondioksida, juga memerlukan energi dari radiasi matahari, memerlukan air, dan zat-zat hara dalam tanah. Bahan-bahan itu semua diperlukan tumbuhan untuk proses tumbuh, berkembang, dan regenerasi.Pentingnya peranan setiap unsur dalam pembentukan lingkungan hidup bersifat mutlak serta tak tergantikan. Jadi dapat dipahami jika fauna juga merupakan unsur yang bersifat mutlak serta tidak dapat diganti dalam pembentukan lingkungan hidup.Kekhawatiran terhadap adanya kecenderungan beberapa fauna yang sudah mengalami kelangkaan dan kepunahan dapat di antisipasi dengan upaya pencegahan.Upaya pencegahan terhadap kepunahan itu adalah perlindungan terhadap fauna yang bersangkutan. Dalam rangka upaya penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan satwa yang dilindungi Pemerintah harus melakukan langkah-langkah yang nyata untuk melindungi satwa yang dilindungi yaitu Mempublikasikan peraturan perundang- undangan yang mengatur tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya bagi yang melanggar dan memperdagangkannya maupun untuk kebutuhan sehari-hari, dan pemerintah maupun instansi-instansi yang terkait harus benar-benar memperhatikan tindak pidana perdagangan satwa yang dilindugi yang saat ini sangat marak di Indonesia.Pemerintah harus memberikan sanksi yang setimpal kepada pelaku yang melakukan perdagangan satwa yang dilindungi yang sudah diatur dalam undang-undang nomor 5 tahun 1990 dan mengembalikan satwa tersebut kehabitatnya.

Item Type: Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Skripsi)
Additional Information: [No. Panggil: 1010611067] [Penguji Utama: Djamhari Hamza] [Penguji Lembaga: Dwi Aryanti Ramadhani] [Penguji Skripsi: M. Ali Zaidan]
Uncontrolled Keywords: Lingkungan Hidup, PerdaganganSatwa yang dilindungi, pertanggung jawaban
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Hukum (S1)
Depositing User: Zahra Nasution
Date Deposited: 23 Nov 2019 04:18
Last Modified: 23 Nov 2019 04:18
URI: http://repository.upnvj.ac.id/id/eprint/2372

Actions (login required)

View Item View Item