HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN SINDROM METABOLIK BERDASARKAN KRITERIA WHO DENGAN KEJADIAN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA PERIODE JANUARI-DESEMBER TAHUN 2017

Adelina Enggar Pertiwi, - (2018) HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN SINDROM METABOLIK BERDASARKAN KRITERIA WHO DENGAN KEJADIAN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA PERIODE JANUARI-DESEMBER TAHUN 2017. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

[img] Text
AWAL.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (92kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (2MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (1MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB)
[img] Text
RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (186kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (590kB)

Abstract

Prevalensi Penyakit Ginjal Kronik di Indonesia semakin meningkat. Sindrom metabolik merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit ginjal kronik. Resistensi insulin (Diabetes Melitus tipe 2, glukosa puasa terganggu, toleransi glukosa terganggu), hipertensi, hipertrigliseridemia, penurunan kadar HDL serum, obesitas, dan mikroalbuminuria merupakan komponen sindrom metabolik menurut kriteria WHO. Inflamasi kronik yang disebabkan oleh komponen tersebut menyebabkan kerusakan sel dan endotel pada ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian sindrom metabolik dengan penyakit ginjal kronik di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta periode Januari-Desember tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional. Sampel yang dibutuhkan sebanyak 113 sampel pasien penyakit ginjal kronik di RSPAD Gatot Soebroto dengan teknik pengumpulan random sampling. Hasil penelitian menunjukan 66 orang (58,4%) pasien penyakit ginjal kronik yang mengidap sindrom metabolik dan 36 orang (31,9%) tidak mengidap sindrom metabolik. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square didapatkan bahwa sindrom metabolik memiliki hubungan yang bermakna terhadap penyakit ginjal kronik (p=0,009, p<0,05). Hasil analisis multivariat didapatkan variabel Diabetes Melitus tipe 2 (OR=8,293 dan p-value 0,049) dan Glukosa Puasa Terganggu (OR=6,341 dan pvalue 0,087) merupakan komponen sindrom metabolik yang paling berhubungan dengan penyakit ginjal kronik. Hal tersebut berhubungan dengan keadaan hiperglikemia yang menyebabkan kerusakan ginjal melalui mekanisme hemodinamik (kerusakan akibat hiperfiltrasi dan hiperperfusi ginjal) dan nonhemodinamik (kerusakan sel ginjal)

Item Type: Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Skripsi)
Additional Information: [No. Panggil: 1410211165] [Ketua Penguji: Tuty Rizkianti] [Pembimbing I: Muttia Amalia] [Pembimbing II: Pritha Maya Savitri]
Uncontrolled Keywords: sindrom metabolik, penyakit ginjal kronik, faktor risiko
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran (S1)
Depositing User: M. Suyudi Alrajak
Date Deposited: 30 Nov 2019 04:20
Last Modified: 30 Nov 2019 04:20
URI: http://repository.upnvj.ac.id/id/eprint/5647

Actions (login required)

View Item View Item