GAGASAN PROGRAM REMUNISIPALISASI (REMUNICIPALISATION) PENGELOLAAN AIR DI PROVINSI DKI JAKARTA

Aprilia Zul Pratiwiningrum, - (2019) GAGASAN PROGRAM REMUNISIPALISASI (REMUNICIPALISATION) PENGELOLAAN AIR DI PROVINSI DKI JAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

[img] Text
AWAL.pdf

Download (426kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (139kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (1MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (865kB)
[img] Text
RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository UPNVJ Only

Download (1MB)

Abstract

Latar belakang skripsi ini membahas tentang program remunisipalisasi pengelolaan air yang akan segera diterapkan di DKI Jakarta. Remunisipalisasi pengelolaan air ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akibat kekecewaan pemerintah dan masyarakat atas kinerja dua perusahaan swasta pengelola air, yiatu PT. Aetra Air Jakarta dan PT. PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) yang buruk. Setelah 22 tahun berjalan, yaitu sejak 1997, pengelolaan air di DKI Jakarta tak banyak mengalami peningkatan. Banyak masyarakat yang belum terjangkau air pipa, kebocoran air yang masih tinggi, dan pipa-pipa yang masih tua. Selain itu, sejak awal, pembuatan kontrak Perjanjian Kerja Sama antara PAM Jaya dengan PT. Aetra Air Jakarta dan PT. Palyja sudah menyalahi konstitusi dan tidak berdasarkan tender yang adil. Karenanya, masyarakat menuntut penghentian privatisasi air ini dan mengajukan Gugatan Warga Negara (CLS) Akibat Perbuatan Melawan Hukum oleh Penguasa. Gugatan tersebut menang di Tingkat Pertama, lalu kalah di Tingkat Banding, kemudian menang di Tingkat Kasasi, dan kalah di Tingkat Peninjauan Kembali. Meskipun kalah, namun masyarakat tetap menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengembalikan pengelolaan air kepada publik. Atas desakan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membentuk Tim Tata Kelola Air yang bertugas untuk mengkaji solusi atas permasalahan pengelolaan air di DKI Jakarta. Tim Tata Kelola Air pun merekomendasikan tiga opsi,yaitu status quo, pemutusan kontrak sepihak, dan pengambilalihan secara perdata. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih menggunakan opsi ketiga, yaitu pengambilalihan secara perdata. Sayangnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih tidak transparan dalam hal ini dan belum melibatkan masyarakat. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah yuridis normatif. Berdasarkan data dan analisis terhadap permasalahan ini maka sudah tepat apabila opsi pengambilalihan secara perdata yang dipilih. Namun, pengambilalihan ini harusnya dilakukan secara terbuka dan melibatkan peran aktif masyarakat. Maka, dalam kesimpulan kasus ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan untuk bersikap transparan dan mencontoh dari kota-kota di dunia yang telah melakukan remunisipalisasi.

Item Type: Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Skripsi)
Additional Information: [No. Panggil:1510611011 ] [Ketua Penguji:Suherman ] [Penguji I:Muhammad Helmi Fahrozi ] [Penguji II/Pembimbing:Wicipto Setiadi ]
Uncontrolled Keywords: Privatisasi Air, Remunisipalisasi Air, DKI Jakarta
Subjects: K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Hukum (S1)
Depositing User: Zahra Nasution
Date Deposited: 04 Nov 2019 02:24
Last Modified: 04 Nov 2019 02:24
URI: http://repository.upnvj.ac.id/id/eprint/526

Actions (login required)

View Item View Item